fbpx

Hexindo Adiperkasa (HEXA) naikan harga jual alat beratnya

JAKARTA. melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berpengaruh terhadap harga jual alat berat. Salah satunya dialami oleh PT Hexindo Adiperkasa Tbk. Namun hal tersebut tak mengganggu permintaaan dan tak mengubah target jual emiten berkode saham HEXA ini.

Djonggi Gultom, Direktur HEXA mengungkapkan sudah ada perubahan harga jual sejak kurs rupiah melemah terhadap dollar AS. Meski tak membeberkan detail waktunya perseroan sudah meningkatkan harga jual rata-rata hingga 5% hingga 10%.

Kenaikan harga produk Hexindo tak akan pengaruhi kinerja

Pesanan alat berat Hexindo membeludak
Namun, Djonggi memprediksi akan ada kenaikan pangsa pasar seiring dengan kenaikan permintaan pasar alat berat nasional. Tahun lalu dengan total kebuuthan pasar mencapai 8.236 unit ,pangsa pasar ekskavator Hitachi sudah mencapai 18,7%.

Sedangkan tahun ini perseroan memprediksi pasar akan meningkat 9.500 unit. “Target market share sampai dengan akhir tahun fiskal 2018 adalah 22%,” kata Djonggi kepada Kontan.co.id, Senin (17/9).

Dari laporan paparan publik perseroan, target penjualan ekskavator merk Hitachi pada periode tahun fiskal 2018 (April 2018-Maret 2019) mencapai 2.060 unit atau naik dari periode fiskal tahun lalu 1.539 unit.. Sedangkan di periode April 2018 sampai Juli 2018 penjualan sudah 580 unit.

Salah satu cara meningkatkan kinerja lewat pembukaan kantor perwakilan di Muara Enim untuk mendukung sektor pertambangan dan kehutanan. Dengan dibukanya kantor tersebut, saat ini HEXA telah mempunyai 11 kantor perwakilan di seluruh Indonesia. Saat ini HEXA juga punya 21 kantor cabang serta 14 kantor proyek pertambangan yang tersebar di Indonesia.

Selain itu HEXA juga memperkuat pangsa pasar hydraulic excavator perusahaan, dengan fokus khusus pada sektor pertambangan. Serta memperluas penjualan Wheel Loader dan Articulated Dump Truck (Bell Product) untuk sektor pertambangan.

Secara nilai pendapatan HEXA membidik kenaikan menjadi US$ 465,91 juta atau naik 35,5% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar US$ 343,22 juta. Serta net income menjadi US$ 26,87 juta atau naik 19,1% dari periode sama tahun fiskal sebelumnya US$ 22,54 juta.

Sumber :  KONTAN.CO.ID